Pages

Manga

Sabtu, 05 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 4 )


Chapter 4

(Nightmare)

Seseorang tiba di atap sekolah, dan orang tersebut ternyata adalah kakak sepupu Sena, Kurikawa Yuki dan juga Hana serta Saki. “Sena?!”(Yuki). “Ka...kakak! Kenapa?”(Sena). “Kau tidak apa-apakan, Sena?”(Hana). “Tidak apa-apa...”(Sena). “Jadi benar, kau memang menerima tantangannya?”(Saki). “Ya, bisa dibilang begitu.”(Sena). “Sebenarnya apa yang kalian lakukan?!”(Yuki). “Itu...sulit untuk dijelaskan...”(Sena). “Sudah, sebaiknya kita segera membawa Sena ke ruang kesehatan.”(Hana). “Aku juga akan membantu.”(Saki). “Tidak, terima kasih, aku baik-baik saja.”(Sena). “Kau yakin?”(Hana). “Um...”(Sena). “Baiklah...”(Hana). “Sebaiknya kalian bedua segera pulang, biar aku yang akan membawa Sena pulang.”(Yuki). “Baiklah, kalau begitu aku duluan ya, Hana.”(Saki). “Iya. Biar aku bantu Sena...”(Hana). “Tidak apa-apa, aku bisa jalan sendiri.”(Sena).
Mereka bertiga pulang bersama dan akhirnya tiba di depan rumah Hana. “Baiklah Hana, mulai dari sini biar aku yang menjaganya.”(Yuki). “Iya...Sena, tolong jaga dirimu, ya...”(Hana). “Iya, terima kasih ya, Hana.”(Sena). Hana masuk ke dalam rumah, sedangkan Sena dan Yuki melanjutkan perjalanan mereka. “Sebenarnya apa yang terjadi?!”(Yuki). “Tidak ada apa-apa kok, tadi itu cuma salah paham antar anak muda biasa.”(Sena). “Biasa? Lalu bagaimana dengan tekanan yang kakak dan teman-temanmu tadi rasakan, hah?!”(Yuki). “I...itu mungkin hanya firasat kakak saja.”(Sena). “Kakak tak pernah mengajarimu untuk berbohong, Sena! Kalau ini sudah ada kaitannya dengan keselamatanmu, kakak tak akan mungkin diam sampai kau mau menjelaskannya secara rinci!”(Yuki). “...”(Sena). Sena tiba-tiba berhenti, dan mulai bercerita. “Itu...anak yang kuhadapi tadi bukan manusia biasa....”(Sena). “Apa maksudmu? Kakak belum paham.”(Yuki). “Dia...dia...dia seorang Hyper...”(Sena). “!!!”(Yuki).  Secara spontan, Yuki menampar Sena. “Ka...kakak...”(Sena). “Bagaimana bisa kau berurusan dengan orang seperti dia, Sena!”(Yuki). “Ke...kenapa...kak?”(Sena). “Bukankah sudah kukatakan! Aku tidak ingin kau berurusan dengan hal-hal yang berkaitan dengan Hyper!”(Yuki). “Sebenarnya kenapa, kak?! Kenapa kakak selalu melarangku dengan hal-hal tentangHyper, kak?! Kenapa?!”(Sena). “Kau tak perlu tau alasannya! Yang jelas, hanya satu hal itu yang benar-benar kakak tidak ingin kau melakukannya!”(Yuki). “Kakak tak berhak mengatur hidupku! Aku sudah memutuskan jalan hidupku sendiri! Kalau memang kakak tidak mau memberi tauku alasannya, maka aku yang akan mencari tau sendiri, meskipun harus mempertaruhkan nyawaku sekalipun!”(Sena). Sena pun berlari meninggalkan Yuki. “Sena!!”(Yuki).
Saat Sena tengah berlari. “Sial! Kenapa kakak harus selalu seperti itu?! Kenapa?!”(Sena:Dalam Hati). Sena akhirnya terjatuh dan teringat kembali akan kata-kata kakaknya tadi. “Sebenarnya kenapa? Kenapa kakak melarangku seperti itu? Apa yang membuatnya sampai sebenci itu dengan Hyper? Padahal, itu adalah impianku, tapi kenapa?”(Sena:Dalam Hati). Sena perlahan berdiri dan berjalan dengan lesu cukup lama hingga akhirnya sampai di sebuah pemakaman tua. Sena pun terus berjalan, lalu berhenti di depan dua buah nisan. Di masing-masing nisan terukir nama Miyazaki Hyuso dan Kurikawa Haruka yang tidak lain adalah kedua orang tua Sena. Sena dengan sayu menatap kedua nisan itu. “Ayah...ibu, seandainya kalian masih hidup, apa kalian juga akan bersikap sama seperti kakak? Aku tau jika hal yang berhubungan dengan Hyper memang berbahaya, tapi kenapa kakak tak mau memberi tauku alasannya? Alasan kenapa aku tak boleh mengetaui tentang Hyper? Kenapa?”(Sena). Angin berhembus dengan kencang dan tiba-tiba Sena seakan-akan melihat kilasan tentang sesuatu yang terjadi di masa lalu dengan cepat. “!!!”(Sena). Seketika pandangan Sena menjadi gelap dan dia tak sadarkan diri. Pertanyaan besar itu telah menuntunnya kepada sebuah pemandangan pahit.



To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks