Chapter 8
(Holiday Trip)
Hari ini adalah hari libur, Sena terlihat bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. “Baiklah! Semua sudah siap, tinggal berangkat saja.”(Sena). Sena memegang sebuah tiket dan ingat tentang kejadian sebelumnya, saat Hana memberikan tiket ke Sena, Tora, dan Saki. “Ti...tiket?”(Sena). “Iya. Sebenarnya aku punya empat, lalu yang dua aku berikan ke Tora dan Saki.”(Hana). “Lalu, sebenarnya ini tiket apa?”(Sena). “Ini adalah tiket liburan ke kawasan danau di perbatasan kota. Jadi, maukah kau ikut dengan kami?”(Hana). “Hmm...ya boleh juga. Kedengarannya menarik.”(Sena). “Baiklah kalau begitu. Berarti orangnya sudah pas. Oh iya, jangan lupa, besok kita berkumpul di taman kota, jam 8 pagi. Jangan sampai terlambat, ya!”(Hana).
Kembali pada Sena sekarang. Sena pun keluar dari apartementnya lalu menghampiri apartement Tora. “Oi Tora! Kau sudah siap apa belum?”(Sena). “Ya! Tunggu sebentar!”(Tora). “Huh, hal ini yang tidak terlalu ku suka darinya.”(Sena:Dalam Hati). Tak lama kemudian, Tora keluar dengan membawa tas yang terlihat amat penuh. “Baik! Ayo berangkat!”(Tora). “Apa tidak salah? Kita ini hanya menginap selama semalam. Kau tidak perlu sampai membawa banyak barang seperti itu.”(Sena). “Walau begitu. Ini kali pertama aku berlibur bersama teman-temanku setelah sekian lama, jadi dari semalam, aku telah memikirkan hal-hal apa yang ingin aku lakukan di sana.”(Tora). “Tapi tak perlu sampai berlebihan begitukan? Kau nanti justru akan menyusahkan yang lain saja.”(Sena). “Tidak masalah, aku sudah mengatur semua, lagipula aku bisa membawa tas ini sendiri.”(Tora). “Haaahh...ya sudahlah.”(Sena). “Ayo, berangkat!”(Tora).
Mereka pun sampai di tempat berkumpul. Terlihat Hana dan Saki sudah sampai. “Hai, semuanya!”(Tora). “Pagi...”(Sena). “Pagi juga, Sena, Tora.”(Hana). “Kalian ini! Kami berdua sudah menunggu dari tadi.”(Saki). “Iya, maaf. Tadi ada sedikit gangguan.”(Sena). “Baiklah, karena semua sudah berkumpul, lebih baik kita segera berangkat sekarang.”(Hana). “Iya...!(Tora dan Saki). Mereka berangkat naik bus. “Kalau boleh aku tau, tujuan pertama kita ke mana?”(Sena). “Pertama-tama, kita akan ke tempat pemandian Oyu, yang sekaligus juga tempat menginap kita nanti.”(Hana). “Oh...”(Sena dan Tora). “Setelah itu, kita bisa bermain sepuasnya di kawasan danau. Ada banyak wahana menarik di sana. Hana dan aku sudah memilihkan tempat-tempat yang cocok untuk kita nanti.”(Saki). “Wah...jadi tidak sabar! Kau juga kan, teman?!”(Tora). “Iya...iya...”(Sena). “Hehehe...kalian berdua ini sudah sangat akrab, seperti saudara saja.”(Hana). “Ya begitulah...ahahaha!”(Tora). Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya terlihat pemandangan danau dari kejauhan. “Lihat! Danaunya sudah terlihat!”(Hana). Sena, Tora dan Saki melihat ke luar jendela. “Wah indahnya...”(Saki). “Benar-benar indah.”(Sena). “Danau segar, kami datang!”(Tora).
Mereka pun sampai di tempat tujuan. “Mmmhhh...udara di sini benar-benar sejuk.”(Saki). “Iya...rasanya seperti damai dan tenang.”(Sena). “Ayo teman-teman! Kita masuk dulu.”(Hana). Mereka pun masuk ke dalam penginapan. “Selamat datang...”(Pegawai penginapan). “Untuk ukuran penginapan yang tak terlalu mewah, pelayanannya cukup baik juga, ya?”(Saki). “Kau benar. Tempat ini terasa nyaman dan enak untuk di tempati.”(Sena). Tora terlihat berhenti dan menggoda pegawai tadi. Sena pun memukul kepalanya dan menariknya. “Sudah...ini bukan waktunya untuk membuat masalah tau!”(Sena). “Aaaahhhh...”(Tora).
Mereka pun masuk ke kamar mereka. “Tempatnya luas juga.”(Sena). “Baiklah, aku dan Saki akan tidur di bagian sini, kalian berdua bisa tidur di bagian sana.”(Hana). “Karena kita sudah sampai, kenapa kita tidak langsung berenang atau memancing saja?”(Saki). “Boleh juga.”(Sena). Tora dengan sigap mengeluarkan pancing yang agak besar. “Baik! Aku Siap!”(Tora). “Hey...hey, memang tidak ada yang sedikit lebih kecil?”(Sena). “Ini adalah pancing terbaik yang sudah ku siapkan dengan baik, jadi dengan ini, mau ikan sebesar apapun pasti kena.”(Tora). “Ya sudah...aku dan Tora akan pergi duluan. Kalau kalian mencari kami, kami ada di sisi timur danau.”(Sena). “Dah...”(Tora). Sena dan Tora pun pergi, sedangkan Hana dan Saki masih di kamar penginapan. “Aku benar-benar penasaran, bagaimana bisa Miya tahan dengan orang seperti itu?”(Saki). “Mereka kan sudah sangat akrab sejak di kelas 1 SMP, jadi mereka pasti sudah paham sikap satu sama lain.”(Hana). “Seperti saudara saja.”(Saki). “Ya, bisa dibilang begitu.”(Hana). Liburan yang menarik. Empat sahabat menghabiskan waktu bersama di danau yang indah.
To Be Continue...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar