Chapter 9
(Meeting)
Liburan di danau yang indah dan menyajikan banyak wahana menyenangkan. Sena dan Tora memutuskan untuk memancing di tepi danau. “Aku rasa ini tempat yang bagus.”(Sena). “Wah, dari sini kita bisa melihat tempat penginapan kita, Sena!”(Tora). “Tentu saja, tempat inikan memang berhadapan dengan tempat penginapan kita.”(Sena). “Aku jadi penasaran, bagaimana penampilan mereka dalam pakaian renang mereka.”(Tora). “Hust...jangan berkhayal hal yang jorok begitu.”(Sena). “Tapi aku yakin, kau pasti juga penaasaran dengan pakaian renang yang akan digunakan oleh Hana, iya kan, Sena?”(Tora). “Dasar bodoh! Kenapa kau jadi menjurus ke situ!”(Sena). “Sudahlah Sena, itu sudah jadi hal wajar bagi remaja seusia kita, jadi tak perlu malu-malu begitu.”(Tora). “Haaahh! Cukup! Aku akan memancing di bagian sini! Kau di sana saja!”(Sena). “Haaahhh...dasar, kau benar-benar masih polos, ya”(Tora). “Sudah diam!”(Sena).
Mereka menunggu sampai cukup lama. “Ahhhh...aku rasa ini bukan hari keberuntunganku.”(Tora). “Sama, di sini juga tak nampak satu pun.”(Sena). Tak lama berselang. Dari kejauhan terlihat Hana dan Saki sedang berjalan mendekati mereka. “Ahoy...pas sekali!”(Tora). “Hana dan Saki?”(Sena). “Bagaimana ikannya? sudah dapat apa belum?”(Saki). “Ya bisa kau lihat, tak ada satu pun di sini.”(Sena). “Hmmm...aku rasa ini memang bukan tempat yang bagus untuk memancing.”(Hana). “Sebenarnya aku juga berpikir begitu. Ngomong-ngomong, kalian tak jadi berenang?”(Sena). “Jadi, kami ingin berenang di daerah sana. Memang kenapa?”(Saki). “Ya, cuma tanya saja. Kalau begitu kami juga akan pindah tempat dulu.”(Sena). “Apa? Ayolah Sena. Tidak bisakah kita di sini agak lama?”(Tora). “Tidak! Paling-paling kau cuma mau mengintip mereka berdua, lagipula di sini juga tidak ada ikan.”(Sena). Sena pun pergi duluan. “Oi...tunggu!”(Tora).
Saat Sena dan Tora berjalan di pinggir danau. Tiba-tiba Sena seperti ditarik sesuatu dan terpisah dari Tora. “Ap...apa-apaan ini!”(Sena). Sena terus dibawa, sedangkan Tora sama sekali tidak menyadarinya. “Hoi! Tora! Tolong aku!”(Sena). Terlihat seseorang dari atas pohon. “Kena kau!”(Unknow 1). “Lepaskan aku! Siapa sebenarnya kau?!”(Sena). “Kau tak perlu tau siapa aku. Yang perlu kau tau adalah hidupmu akan berakhir sebentar lagi!”(Unknow 1). Sena terus berontak namun sia-sia. “Sial!!”(Sena:Dalam Hati). Tiba-tiba ada seseorang yang melepaskan Sena. “Kau tidak apa-apakan?”(Unknow 2). “Iya...”(Sena). “Baguslah. Tolong mundur sebentar. Biar aku yang mengurusnya.”(Unknow 2). Si Penyerang terlihat kesal. “Kurang Ajar!”(Unknow 1). Orang yang menolong Sena perlahan mendekati Si Penyerang. Si Penyerang terlihat terkejut saat mengetaui siapa orang yang mendekatinya. “Jangan-jangan kau...!”(Unknow 1). Orang itu pun terlihat mengeluarkan sebuah pedang. “Huh...aku tidak peduli! Akan ku pastikan saja sendiri!”(Unknow 1:Dalam Hati). Dengan cepat, si penyerang melancarkan serangan ke arah orang itu, namun bisa di tangkis dengan mudah. “Beri tau dia, aku yang akan menjaga anak ini. Jadi kalau dia menginginkan anak ini, dia harus berhadapan langsung denganku.”(Unknow 2). “Begitu rupanya, ternyata benar kau...”(Unknow 1). Seketika, si penyerang menjaga jarak. “Tidak ku sangka, ternyata rumor itu benar. Aku yakin ini akan jadi berita yang bagus untuk dia.”(Unknow 1:Dalam Hati). Sena hanya bisa terdiam melihat mereka. “Aku rasa kita akan bertemu lagi, Miyazaki Sena. Cepat atau lambat...”(Unknow 1). Si penyerang pun akhirnya menghilang, sedangkan Sena masih terlihat bingung. “Hei...!”(Unknow 2). “Eh...i...iya...”(Sena). “Syukurlah, ku kira kau kenapa-kenapa.”(Unknow 2). “Terima kasih...karena sudah menolongku,”(Sena). “Tidak masalah.”(Unknow 2). “Ngomong-ngomong, kau ini siapa?”(Sena). “Perkenalkan, namaku Musashi Akira. Kau bisa memanggilku Kira. Lalu kau sendiri?”(Unknow 2). “Namaku Sena, Miyazaki Sena...”(Sena). “Sena ya, senang berkenalan denganmu.”(Kira). “Iya aku juga.”(Sena). “Kau pasti bukan orang sekitar sini, aku belum pernah melihatmu sebelumnya.”(Kira). “Iya, aku ke sini dengan teman-temanku untuk berlibur.”(Sena). “Begitu ya...”(Kira). Tak lama berselang, Tora datang dengan panik mencari Sena. “Oi...Sena!”(Tora). “Itu temanmu datang.”(Kira). “Tora...”(Sena). “Cepat temui dia dan segera kembali ke penginapan. Kelihatannya hari sudah mulai gelap.”(Kira). Kira hendak akan pergi, tapi Sena memanggilnya. “Tunggu dulu! Masih ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu!”(Sena). “Kau bisa menemuiku besok pagi di sini, aku akan menunggumu.”(Kira). “Baiklah, sekali lagi terima kasih, ya.”(Sena). Kira pun pergi meninggalkan Sena. “Aahh...kau ini! Aku sudah mencarimu ke mana-mana ternyata kau di sini.”(Tora). “Maaf sudah membuatmu khawatir.”(Sena). “Yah...tidak masalah. Karena mencarimu, aku jadi kehilangan kesempatan untuk mengintip mereka berdua.”(Tora). “Kau ini! Ya sudahlah, ayo kita segera kembali ke penginapan. Mereka berdua pasti sudah menunggu.”(Sena). “Oke!”(Tora). Mereka pun kembali, dengan menyisakan banyak pertanyaan di pikiran Sena.
To Be Continue...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar