Pages

Manga

Minggu, 06 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 10 )


Chapter 10

(Under The Moon)

Hari pun sudah mulai gelap. Sena dan Tora pun kembali ke penginapan. Terlihat di dalam kamar sudah ada Hana dan Saki dengan makanan di atas meja. “Selamat datang.”(Hana). “Kalian ini lama sekali! Makanannya sudah hampir dingin tau!”(Saki). “Ya maaf, kami tadi memang coba-coba menunggu ikan sampai agak larut, ternyata tetap saja tidak dapat.”(Sena). “Ya sudah, kenapa kalian tidak makan saja? Ini juga baru matang.”(Hana). “Waaahhh...kelihatannya enak!”(Tora). “Eits...jangan makan dulu! Kalian harus mandi dulu baru makan!”(Saki). “Huh...kau ini.”(Tora). “Benar juga. Kalau begitu, aku akan berendam dulu. Kau ikut tidak?!”(Sena). “Ya baiklah, kalau begitu. Ingat! Sisakan untuk kami!”(Tora). “Iya...ya...”(Saki). Sena dan Tora pun berendam di pemandian penginapan. Sena masih teringat dengan kejadian tadi sore. “Hei, Sena!”(Tora). “Ah...ya, ada apa?”(Sena). “Dari tadi kau cuma melamun, sebenarnya kenapa?”(Tora). “Tidak ada apa-apa.”(Sena). “Mmmm....Oh ya, kalau tidak salah, sebelum aku datang menjemputmu tadi, bukannya ada seseorang bersamamu. Siapa dia?”(Tora). Sena terdiam sejenak. “Dia...adalah orang yang telah menolongku. Dia itu orang yang cukup ramah juga.”(Sena). “Menolong? Memang kau tadi kenapa?”(Tora). “Akan aku ceritakan, tapi kau harus janji, jangan sampai Hana ataupun Saki tau.”(Sena). “Kenapa begitu?”(Tora). “Sudah tak usah banyak tanya! Kau mau tau apa tidak?!”(Sena). “Ya, tentu saja.”(Tora). Kalau begitu berjanjilah.”(Sena). “Ya...aku mengerti.”(Tora).
Di kamar. Hana dan Saki sedang mempersiapkan makan malam Sena dan Tora. “Jujur, aku masih curiga. Kenapa mereka bisa baru kembali begitu larut seperti tadi?”(Saki). “Ya, mungkin saja mereka sedang melakukan kegiatan sambil menunggu ikan sampai lupa waktu.”(Hana). “Ya memang, tapi dari ekspresi Miya tadi aku jadi curiga. Dia seakan-akan sedang memikirkan sesuatu.”(Saki). “Mungkin itu hanya firasatmu saja. Kalaupun itu benar, paling itu hanya masalah laki-laki yang agak sepele.”(Hana). “Kau ini bagaimana? Kau kan suka sama Miya, seharusnya kau bisa peka dan perhatian sama dia!”(Saki). “Memang benar, tapi dari hal tadi, aku rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”(Hana). “Huuuhhh...ya terserah kau saja.”(Saki).
Di tempat pemandian. Sena menceritakan tentang kejadian tadi sore pada Tora. “Apa?! Kau tadi diserang oleh orang misterius!”(Tora). “Psssttt...jangan keras-keras!”(Sena). “Maaf, tapi bagaimana bisa?”(Tora). “Entahlah, tapi dia seperti mempunyai semacam teknik khusus. Sewaktu aku tadi berjalan di belakangmu, tiba-tiba dia menarikku entah dengan apa, dan bahkan kau pun seperti tidak mengetaui saat itu terjadi.”(Sena). “Memang benar juga. Eh, tadi kau bilang semacam teknik khususkan?”(Tora). “Iya, kenapa?”(Sena). “Apa, mungkin dia adalah seorang Hyper?”(Tora). Sena kelihatan berpikir. “Bisa jadi begitu. Karenanya, aku ingin kau rahasiakan hal ini dulu dari mereka. Aku hanya takut mereka panik.”(Sena). “Mmmm...baiklah, kau bisa percayakan itu padaku!”(Tora). “Yah...terima kasih ya, kawan.”(Sena). “Tentu saja, kawan...!”(Tora). Setelah agak lama, Sena dan Tora kembali ke kamar penginapan. “Kalian ini lama sekali.”(Saki). “Yah...biasalah, kami terlalu keenakan berendam, iya kan, Sena?”(Tora). “Iya...saking enaknya sampai-sampai seperti tidak mau pergi dari situ.”(Sena). “Haaaahhh...dasar kekanak-kanakan...”(Saki). “Sudahlah...Sena, Tora, ini makanannya sudah siap.”(Hana). “Terima kasih, Hana.”(Sena). “Aku juga ikut membantunya lho...”(Saki). “Iya...ya! Terima kasih juga, Saki.”(Sena). “Hehe...sama-sama.”(Saki). “Karena kita sudah lapar...Mari makan!”(Tora). Mereka pun makan bersama sambil bercengkrama. Di sudut danau. Terlihat Kira sedang memandang bulan dari atas rerimbunan pohon. “Malamnya terasa berbeda...mungkin ini karena aku telah bertemu dengan dia.”(Kira). Di tempat yang jauh. Seseorang yang tadi sore menyerang Sena sedang menemui seseorang. “Jadi dia masih hidup?”(Unknow). “Memang sulit untuk dipercaya, tapi itu yang terjadi.”(Penyerang). “Sudah lama juga aku tak bertemu dengannya.”(Unknow). “Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”(Penyerang). Orang tersebut terlihat tersenyum. “Tidak ada, kita akan tetap melakukannya seperti rencana.”(Unknow). “Begitu ya...”(Penyerang). “Temui yang lainnya, kita akan segera bersiap.”(Unknow). “Baiklah.”(Penyerang). Si Penyerang pun pergi. “Sebaiknya, akan ku siapkan pesta reuni yang meriah...”(Unknow). Bayangan itu telah bergerak. Satu demi satuHyper mulai bermunculan dalam hidup Sena.



To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks