Pages

Manga

Sabtu, 05 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 3)


Chapter 3

(First Challenge)

Sudah satu minggu sejak semester baru dimulai, matahari bersinar cerah. Suasana di sekolah sama seperti biasa. “Jangan lupa traktir aku lagi, ya.”(Tora). “Terserah saja...”(Sena). Sena sampai di sekolah dan masuk ke kelas. “Pagi, Hana!”(Sena). “Pagi juga, Sena”(Hana). Tak lama kemudian, Saki datang dan menghampiri keduanya. “Yuhu...Miya!”(Saki). “Hai juga...”(Sena). “Ekspresi apa itu?! Tidak seru!”(Saki). “Ya beginilah ekspresiku jika bertemu kau.”(Sena). “Huh! Hana, sebaiknya kau jangan menyukai orang seperti dia, dia sama sekali tidak lucu.”(Saki). “Sa...saki...”(Hana). “Aku dengar itu...”(Sena). “Terserah! Weekk!”(Saki). “Hahaha...kalian berdua ini, seperti anak kecil.”(Hana). “Itu semua kan gara-gara Miya...”(Saki). “Iya...ya...”(Sena). Taka lama berselang, Ryuto masuk dan langsung duduk di bangkunya tanpa mengucapkan sepatah katapun. “Hei, Miya, anak itu kan yang berdebat denganmu seminggu yang lalukan?”(Saki). “Ya, tapi sejak saat itu, baru hari ini dia datang. Ya kalau aku tidak salah dengar, katanya dia pergi mengunjungi keluarganya di luar kota.”(Hana). Sena tanpa pikir panjang langsung mendekatinya. “Oi, ke mana saja kau seminggu ini? Ini kan masih baru awal semester, tapi kau sudah minta izin selama itu!”(Sena). “Berisik! Ini tak ada hubungannya denganmu!”(Ryuto). “Aku kan cuma mengingatkan dan menanyaimu! Setidaknya jawab dengan sopan!”(Sena). “Dan kenapa juga aku harus sopan denganmu, seharusnya kaulah yang sopan saat bertanya!.”(Ryuto). “Heh...! Kalian ini baru bertemu saja sudah sudah ribut! Pelajaran akan dimulai!”(Saki). “Sudah Saki, kalian juga!”(Hana). Murid-murid yang baru datang terlihat memperhatikan perdebatan mereka. “Cih, terserah saja!”(Sena). Saat Sena baru akan kembali ke bangkunya, Ryuto mengatakan hal yang mengejutkan Sena. “Kalau kau memang berminat, temui aku di atap sekolah sore nanti, aku akan dengan senang hati menunggu.”(Ryuto). “Boleh juga...pastikan saja aku ke sana tepat waktu!”(Sena). Sena pun kembali ke bangkunya. “Kau ini...kenapa kau malah menerima tantangannya?”(Hana). “Tidak apa-apa, lagipula aku juga penasaran apa yang ingin dia lakukan nanti.”(Sena). “Tapi aku mohon, tolong jangan sampai membuat kekacauan.”(Hana). “Tenang saja, aku pastikan tidak akan melakukan hal yang bodoh.”(Sena). “Kalau kau butuh bantuan, aku siap membantumu kapan saja, Miya.”(Saki). “Terima kasih...tapi aku bisa melakukannya sendiri.”(Saki). “Ya sudah kalau begitu...”(Saki).
Matahari mulai condong ke barat, bel tanda akhir pelajaran telah berbunyi. Sena bergegas menuju atap sekolah di mana Ryuto sudah menunggu sebelumnya. Suasana mulai terasa tegang. Sena membuka pintu dan terlihat Ryuto sedang berdiri menatap pemandangan kota didepannya. “Ku kira kau tak akan datang.”(Ryuto). “Bukankah sudah ku bilang, pastikan saja aku akan datang!”(Sena). “Baguslah kalau begitu, kenapa tidak kita mulai saja?!”(Ryuto). “Baik, siapa takut! Ayo, majulah!”(Sena). “Sebelumnya aku peringatkan padamu, aku tidak biasanya menyerang lebih dulu. Tapi karena kau memaksaku, aku tidak punya pilihan.”(Ryuto). Ryuto dengan cepat sudah ada di belakang Sena dan memukulnya dengan sangat keras sampai Sena terpental cukup jauh. “Sial! Pukulannya benar-benar kuat!”(Sena:Dalam Hati). “Ada apa? Apa hanya segitu yang kau punya?.”(Ryuto). Sena mulai terpancing emosi dan berusaha memukul Ryuto, namun Ryuto mampu menghindari pukulan Sena dengan mudah. “Apa?!”(Sena). “Urungkan saja niatmu untuk jadi seorangHyper. Bagaimana pun juga, orang sepertimu tidak akan mampu untuk jadi seorangHyper.”(Ryuto). “Sialan kau!!”(Sena). Sena terus berusaha menyerang, namun sia-sia. “Ke...kenapa...!!”(Sena). “Sudah selesai?! Aku kira akan jadi lebih menarik lagi?!”(Ryuto). “Jangan besar kepala hanya karena kau bisa menghindari setiap pukulanku!! Itu semua belum ada apa-apanya!!”(Sena). “Apa benar begitu? Sebelum kau benar-benar tak sadarkan diri karena kelelahan, ada baiknya aku menunjukkan sesuatu padamu. Perbedaan kekuatanku denganmu...”(Ryuto). Ryuto mulai mengambil sesuatu dari sakunya. “Tiger Fang...”(Ryuto).
Kilatan cahaya terang kebiruanpun memancar hingga menyilaukan mata Sena bersamaan dengan tekanan yang luar biasa. “Ap...apa-apa ini?!”(Sena:Dalam Hati). Cahaya mulai menghilang, dan terlihat Ryuto memakai semacam cakar besi di kedua tangannya dengan aura yang belum pernah dirasakan Sena sebelumnya. “!!!”(Sena). “Inilah bedanya aku dan dirimu Sena, jadi aku rasa kau bisa sedikit mengerti di mana posisimu yang seharusnya.”(Ryuto). Ryuto tersenyum, sedangkan Sena mulai gemetar dan merasakan firasat yang kurang baik. Di koridor kelas, terlihat seseorang berlari entah ke mana. Sena yang terlihat gemetar merasa seakan-akan seluruh tubuhnya mati rasa. “Sebenarnya apa yang dilakukannya? Sekujur tubuhku terasa menggigil. Kenapa?!(Sena:Dalam Hati). Ryuto perlahan-lahan mulai mendekati Sena. “Kau pasti bingung dengan apa yang baru saja aku lakukan, benarkan?” (Ryuto). “Apa yang sebenarnya terjadi?!”(Sena). “Sebelum aku menjelaskan lebih rinci, ada satu hal yang harus kau tau...”(Ryuto). Ryuto mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Sena. “Aku...adalah Hyper.”(Ryuto). Sontak Sena tercengang mendengarnya. “Hy...Hyper?!”(Sena). Sena kembali teringat kejadian yang menimpanya beberapa tahun lalu. “Ya, dan yang ada di kedua tanganku ini adalah senjata milikku...Tiger Fang.”(Ryuto). “Apa?!”(Sena). “Tentu kau tadi merasakannya, tekanan itu. Ya, itulah kekuatanku...kekuatan seorang Hyper.”(Sena). Tidak mungkin! Kau tidak mungkin seorang Hyper!”(Sena). “Bagaimana pun kau menyangkalnya, inilah aku, kau tak akan bisa lari dari kenyataan ini, Sena.”(Ryuto). Seakan tidak percaya, Sena semakin bingung dan ketakutan, hingga dia terpojok, namun disisi lain Ryuto merasakan kehadiran orang lain menuju ke tempat mereka. “Baiklah, aku rasa kita bisa lanjutkan ini lain kali. Berusahalah lebih keras lagi...Miyazaki Sena.”(Ryuto). “...”(Sena). Ryuto pun menghilang bersamaan dengan tibanya seseorang di tempat mereka. Rival baru yang tidak terduga telah membuka topengnya.



To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks