Pages

Manga

Minggu, 06 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 36 )

Chapter 36

(Reason)

Tetesan darah yang kembali mengalir seiring dengan suara tebasan yang menggema di udara. Saat Sena baru menyadari kejadian itu, ternyata Yuki telah menghentikan senjata Sagura dengan punggungnya. “Hampir saja...Reflek yang bagus...”(Sagura). “Itulah...akibatnya jika...berusaha meremehkanku...”(Yuki). “Begitu rupanya...tidak heran jika kau bisa sampai seperti ini, kau benar-benar mengingatkanku pada...”(Sagura). “Diam! Aku benar-benar tidak ingin mendengar nama itu!”(Yuki). “Sepertinya...ada sesuatu yang telah terjadi di antara kalian? Apa aku salah?”(Sagura). “Itu sama sekali bukan urusanmu!”(Yuki). Yuki langsung berbalik dan mengunci Sagura dari belakang. “Begitu ya...”(Sagura). “Sena, sekaranglah kesempatanmu! Aku akan tahan pergerakkannya, kau tebaslah dia tanpa ragu!”(Yuki). Sena terlihat ragu. “Tapi jika aku melakukan itu, kakak juga...”(Sena). “Cepat!”(Yuki). Dengan setengah ragu, Sena mengayunkan pedangnya ke arah Sagura. “Masih belum mengerti juga...”(Sagura). Tiba-tiba, sesuatu keluar dari tubuh Sagura, seperti gelombang yang amat kuat. Sena dan Yuki terpental karena dorongan gelombang yang tidak terlihat.
“Apa itu tadi tadi?”(Sena). “Tidak mungkin...apa mungkin kau...”(Yuki). Seluruh tempat itu tertutup oleh asap. “Aku tidak menyalahkanmu, karena memang sudah banyak yang telah berubah sejak waktu itu...”(Sagura). Saat asap mulai menghilang, terlihat wujud Sagura yang berbeda dari sebelumnya. “Mustahil...tidak mungkin kau masih hidup?! Tidak mungkin!”(Yuki). Yuki yang masih sangat terkejut, langsung lemas dengan wajah seakan tidak percaya. “Kakak! Kakak kenapa?”(Sena). “Ini buruk...benar-benar buruk...”(Yuki). “Kakak...belum pernah aku melihatnya sampai seperti ini...”(Sena:Dalam Hati). Sena masih bingung dengan apa yang terjadi. “Hei! Sebenarnya apa yang kau lakukan pada kakakku?!”(Sena). “Tidak ada...aku sama sekali tidak melakukan apapun...”(Sagura). Sagura perlahan mendekati Sena dan Yuki. “Kau...”(Sena). Sena terlihat kaget dengan perubahan wujud Sagura. “Kenapa? Sudah menyerah, ya?”(Sagura). “Sial!”(Sena). Dengan gemetar, Sena berusaha bangkit untuk mengahadapi Sagura, namun Yuki tiba-tiba menahan Sena. “Jangan Sena...sudah cukup...kita tidak mungkin sebanding dengannya...”(Yuki). “Tunggu dulu...apa itu artinya kakak sudah menyerah?! Apa kakak sudah patah semangat?!”(Sena). “Percuma...tidak ada gunanya...”(Yuki). “Tapi kak! Dia...”(Sena). “Aku bilang tidak, ya tidak!”(Yuki).
Sagura pun berhenti tepat di hadapan Sena dan Yuki. “Bagaimana? Apa harus kita akhiri sekarang?”(Sagura). Sena terlihat bingung. Yuki perlahan bangkit. “Kakak?”(Sena:Dalam Hati). “Sena...saat aku bilang lari, kau larilah. Jangan pernah menoleh ke belakang...”(Yuki). “Tunggu...apa maksud kakak sebenarnya?”(Sena). Yuki terlihat sedang merencanakan sesuatu. Sementaran itu, Hana dan teman-temannya berhasil merangsak masuk. “Ayo! Kita harus cepat!”(Hana). “Tunggu dulu...sebaiknya kita...”(Mayumi). “Kau ini, masih muda sudah banyak mengeluh!”(Saki). “Kau tau kan, tubuhku ini tidak sekuat tubuhmu tau!”(Mayumi). “Haaahhh...ya ya ya...”(Saki). “Sebentar lagi Sena, tunggulah kami sebentar lagi...”(Hana:Dalam Hati). Di luar bangunan, Ryuto dan Moku masih bertarung. “Bertarung tanpa alasan yang jelas...kau seperti harimau yang tersesat...”(Moku). “Apa benar begitu...”(Ryuto). Kedua senjata mereka terus beradu satu sama lain. “Bukankah tujuan kita sebelumnya sama?”(Moku). “Itu hanya di awalnya...”(Ryuto). “Jadi kau pikir, kau bisa melarikan diri?”(Moku). “Tidak juga...”(Ryuto). Dari kejauhan, terlihat sekelompok orang sedang menuju ke suatu tempat. “Aku harap kita masih sempat.”(Unknow 1). “Yah...semoga saja...”(Unknow 2). Mereka terus melaju, sementara itu, sesuatu telah terjadi di tempat Sena. Sagura sudah terlihat bersiap untuk melancarkan serangan. “Apa ada kata terakhir?”(Sagura). Yuki terdiam sejenak. “Pergilah ke neraka!”(Yuki). Tiba-tiba, Yuki mengeluarkan sesuatu yang menyebabkan Sagura seketika tidak bisa bergerak. “Jadi sejak tadi...”(Sagura:Dalam Hati). “Sekarang Sena!”(Yuki). Sena langsung melarikan diri tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu. “Ternyata kau masih menguasainya, ya?”(Sagura). “Walau aku membencinya, tapi teknik ini ada gunanya juga.”(Yuki). Sagura hanya terdiam. Saat Sena sudah hampir sampai di depan jalan keluar, tiba-tiba Sena berhenti. “Sena! Kenapa kau berhenti?! Cepat lari!”(Yuki). Sena terlihat menahan emosinya. “Tidak! Tidak bisa!”(Sena). “...”(Yuki). “Aku tidak bisa seperti ini!”(Sena). “Bodoh! Kenapa dia harus berhenti?!”(Yuki:Dalam Hati). Tiba-tiba, saat Sena sedang berpaling ke arah Yuki, ada seseorang yang berdiri di belakangnya. “Sepertinya, kesempatan terakhirmu hanya sampai di sini saja...Yuki.”(Unknow). “Kau...”(Yuki). Keadaan menjadi semakin di lepas kendali. Teman atau lawan membaur jadi satu dalam medan pertempuran ini.



To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks