Chapter 33
(Take Action)
Pertarungan yang terselimuti bayangan, penyelamat yang datang tiba-tiba. “Benar-benar kejutan yang tidak terduga.”(Sagura). “Ka...”(Sena). Ternyata orang yang datang untuk menyelamatkan Sena adalah Yuki yang memegang sebuah samurai. “Kakak...??”(Sena). “Kau ini memang benar-benar menyusahkan. Sudah berapa kali aku menyuruhmu untuk hati-hati.”(Yuki). Sena terlihat tertunduk. “Maafkan aku...”(Sena). “Sudahlah, kau menyesal pun tidak akan mengubah apapun. Lebih baik kita segera keluar dari sini.”(Yuki). “I...iya...”(Sena). “Apa kau yakin itu? Apa kau yakin, kalian bisa lolos dari sini?”(Sagura). Yuki terlihat memperhatikan Sagura. “Dia benar-benar masalah yang serius. Kalau aku bisa mengalahkannya, kami pasti bisa keluar dari sini, tapi bagaimana?”(Yuki:Dalam Hati). Yuki dengan ekspresi tegang memegang erat-erat samurai yang dibawanya, sedangkan Sena terlihat menghela napas dalam-dalam dan raut wajahnya berubah menjadi semangat. “Kalau belum dicoba, siapa tau?! Kau itu bukan peramal, jadi jangan seenaknya menentukan nasib orang lain!”(Sena). “Begitu, cukup yakin juga dirimu.”(Sagura). “Yakin atau tidak yakin, itu semua tergantung dari tekad yang kita miliki! Bukan dari nasib, sadari itu!”(Sena). Sagura terlihat tidak menggubris Sena. Yuki yang terkejut dengan kata-kata Sena terlihat memperhatikan Sena. “Sena...”(Yuki:Dalam Hati). Terlihat Yuki tiba-tiba teringat pada seseorang yang terlihat mirip dengan Sena. “!!!”(Yuki:Dalam Hati). “Baiklah, akan kulihat sejauh mana tekadmu itu.”(Sagura). Tiba-tiba Sagura sudah berada di sebelah Sena. Tapi, kali ini Sena berhasil menghindar. “Cara yang sama tak akan mempan denganku.”(Sena). “Apa benar begitu?”(Sagura). Tiba-tiba dari senjata Sagura terlihat sebuah cahaya yang terang. “Sial! Apa lagi sekarang?!”(Sena:Dalam Hati).
Ledakan yang besar terjadi dari ruangan di mana Sena berada. Sementara itu, Hana dan teman-temannya yang berada di luar melihat ledakan itu juga. “Apa itu?!”(Saki). “Jangan-jangan, Sena...”(Mayumi). Hana pun langsung berlari dan berusaha melewati penjagaan Moku. “Tidak secepat itu!”(Moku). “Gawat!!”(Saki:Dalam Hati). “Hana awas!!”(Mayumi). Tiba-tiba, terjadi ledakan tepat di hadapan Moku. Saki dan Mayumi terlihat terkejut melihat Hana yang lenyap di dalam kepulan asap tebal menyebar di tempat itu. “Hana...”(Mayumi). “Tidak! Ini bohong kan?!”(Saki). Di tengah keputusasaan mereka berdua, tiba-tiba mereka mendengar sebuah suara. “Saki! Mayumi!”(Unknow 1). “Suara ini...Hei! Kau juga mendengarnya, kan?”(Saki). “Iya, seperti tidak asing bagiku. Saat mereka masih bingung mendengarkan suara itu, tiba-tiba ada dua buah rantai panjang yang menuju ke arah mereka dari belakang. Saat mereka berbalik, mereka terlihat terlambat menyadarinya, tapi tiba-tiba ada seseorang yang memegang mereka berdua dan membawa mereka entah ke mana. Saat asap itu mulai menghilang, terlihat Moku masih berdiri dengan memegang rantai-rantai tersebut. “Kau juga datang rupanya, kalau begitu dugaanku benar. Orang yang ada di ruangan itu, bukan kau atau orang yang sedang kami cari.”(Moku). “Memang begitulah, aku ke sini karena disuruh oleh mereka yang cerewet ini.”(Unknow 2). Ternyata yang datang menyelamatkan Saki dan Mayumi adalah Ryuto, dan di samping Ryuto juga ada Hana. “Cerewet?! Siapa yang kau bilang cerewet?!”(Saki). “...”(Mayumi). “Sudahlah, jangan berisik, masih untung aku mau menolong kalian. Setidaknya ucapkanlah terima kasih.”(Ryuto). “Hhmmppp! Tidak sudi aku berterima kasih denganmu!”(Saki). “Haaahhh...bertambah lagi masalah kita.”(Mayumi:Dalam Hati). “Takahashi, apa kau yakin mereka ada di sana?”(Hana). “Kalau secara feeling, ya. Tapi kalau secara langsung, aku masih ragu.”(Ryuto). “Begitu...Bisa antar kami ke sana?”(Hana). “Eh?!”(Saki). “Halo! Apa kau sudah lupa! Kita hampir saja mati karena tindakan konyolmu itu! Dan sekarang kau justru meminta berandalan aneh ini untuk mengantarmu?!”(Mayumi). “Kita ke sini untuk menyelamatkan Sena, kalau dia memang bisa membantu, kenapa tidak? Lagipula, dia juga sudah menyelamatkan kita. Setidaknya, itu membuktikan bahwa dia itu bisa diandalkan.”(Hana). “Tapi percuma saja, tampangnya itu masih belum menjanjikan.”(Saki). “Jangan salah paham. Aku ke sini bukan untuk membantu atau menolong siapapun. Aku ke sini, punya tujuan lebih penting dari itu!”(Ryuto). “Dasar sombong! Menyesal aku telah ditolong olehmu!”(Saki). “Ya! Aku juga!”(Ryuto). Tiba-tiba, Ryuto mengeluarkan senjatannya secara spontan. “!!!”(Saki dan Mayumi). “Kalau kalian ingin menolong dia, ikuti aku! Tapi kalau tidak, lebih baik kalian diam saja di sini, lalu segera pulang!”(Ryuto). Saki dan Mayumi terlihat sangat terkejut, tapi Hana masih terlihat percaya diri. “Kami akan tetap menolongnya, apapun yang terjadi!”(Hana). “Hei! Hana...”(Saki). Ryuto langsung tersenyum mendengar hal itu. Melangkah ke depan, keraguan telah lenyap seiring tekad yang menyala terang.
To Be Continue...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar