Pages

Manga

Minggu, 06 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 25 )


Chapter 25

(Trust Me)

Sena pergi dengan orang misterius ke suatu tempat. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Tetsu dan Kouta. “Kalian berdua...”(Kouta). “Baguslah! Kalian datang tepat waktu.”(Unknow). “Siapa mereka?”(Sena). “Mereka adalah temanku, teman Kira juga.”(Unknow). “Begitu rupanya, tapi aku masih berlum mengerti apa yang terjadi di sini. Tolong jelaskan padaku!”(Sena). “Tenanglah, ayo ikut kami ke sini!”(Tetsu). Sena pun mesuk ke sebuah tempat, dan dia pun terkejut saat dia tau bahwa teman-temannya ada di sana. “Kalian!”(Sena). “Yo...!”(Tora). “Syukurlah, kau baik-baik saja...”(Hana). “Benar-benar melegakan...”(Mayumi). “Ke...kenapa kalian bisa...”(Sena). “Ceritanya panjang, tapi ini semua gara-gara dia!”(Saki). “Kenapa aku?”(Tora). “Yang penting kau masih bisa berkumpul bersama kami, Miya!”(Saki). “Tunggu dulu! Aku semakin tidak mengerti! Kenapa semua jadi seperti ini?! Dan kenapa kalian semua ada di sini?!”(Sena). “Tenang dan duduklah, biar salah satu dari mereka yang akan menjelaskan.”(Uno). “...”(Sena). “Aku akan menjaga mereka di sini, kalian berdua lebih baik segera menyusul Kira!”(Tetsu). “Aku tau! Ayo kita pergi, Kouta!”(Unknow). “Baik!”(Kouta).
Sementara itu, Kira sedang mengalami pertarungan sengit dengan tiruannya. “Kau memang hebat, meskipun dalam ukuran seorang peniru.”(Kira). “Ini masih belum seberapa...”(Peniru). Adu senjata pun terus berlanjut, namun tiba-tiba Kira mengehentikan serangannya. “Kenapa?!”(Peniru). “Tidak menarik kalau kau bertarung dengan terus meniruku. Kalau kau memang hanya memakai sebuah topeng, maka lepas saja topengmu!”(Kira). “Dasar tukang pilih-pilih! Ya, tapi aku akui kau ada benarnya juga. Tidak seru kalau terus-menerus bersembunyi dibalik topeng musuhku sendiri.”(Peniru). Si peniru pun mulai menujukkan wujud aslinya, dan Kira terlihat seakan-akan mengenal si peniru itu. “Jadi kau rupanya...”(Kira). “Sudah lama sekali, Kira.”(Peniru). “Biar kutebak. Kau juga orang yang menyerangku saat pengintaian itu, apa aku salah?”(Kira). “Tidak, dugaanmu itu memang benar.”(Peniru). “Itu artinya, kelompok kalian masih berjalan  selama ini?”(Kira). “Begitulah, tapi...kau tak perlu tau apa-apa...”(Peniru). Si peniru pun kembali menyerang Kira. “Aku rasa, aku tak punya cara lain selain mengalahkanmu terlebih dulu...sama seperti waktu itu.”(Kira). “Coba saja, tapi kami sudah jauh berbeda dari yang dulu, begitu juga rencana kami.”(Peniru). “Ternyata perkiraanku sebelumnya benar...Kalau begitu, akan ku buat dia mengatakan semuanya.”(Kira:Dalam Hati). Mereka terus bertarung dengan sengit.
Di tempat Sena dan teman-temannya, Tetsu menceritakan semuanya. “Jadi, mereka sudah tau kalau aku dan Kira ada di sini...”(Sena). “Seperti itulah, tapi jujur saja, kami tidak ingin melibatkan kalian dalam hal ini, terutama kau Sena.”(Tetsu). “Aku tau itu, dan karena alasan itu juga aku ke sini untuk berlatih menjadi seorang Hyper untuk melindungi teman-temanku juga.”(Sena). “Tapi tetap saja, jika kau yang harus menanggung semua ini sendirian! Kami sebagai teman-temanmu tetap tidak bisa menerima itu!”(Saki). “Tenanglah Saki...”(Mayumi). “Hana! Kenapa kau hanya diam saja?! Kalian semua juga!”(Saki). “Saki...”(Sena). “Aku juga khawatir soal itu, tapi ini adalah keputusan Sena, jadi kita juga tak bisa menghalanginya.”(Hana). “Tapi kau tentu tau, jika kakaknya Sena tau tentang ini, dia pasti akan kecewa! Kau harus tau itu juga, Sena!”(Saki). “Soal itu, aku sudah perhitungkan semua konsekuensinya...lagipula aku menjadi Hyper bukan untuk mati! Aku pasti bisa melampaui semua ini, dan kembali dengan selamat bersama kalian! Jadi percayakan saja semuanya padaku!”(Sena). “Sena...”(Hana:Dalam Hati). “Kau...”(Saki). “Hehe...”(Tora). “Begitulah dia...”(Uno). “Sebaiknya, kalian segera kembali. Tempat ini sudah tidak aman untuk kalian.”(Tetsu). “Benar juga, kita harus segera kembali, suasana di sini mulai tidak nyaman.”(Mayumi). “Tapi dia...”(Saki). Hana pun memegang tangan Saki. “Sudah...tidak akan apa-apa kok...aku percaya pada Sena.”(Hana). “Hana...”(Saki). “Sebelumnya aku minta maaf jika aku keras kepala, tapi jangan khawatir, aku pasti akan segera pulang. Jadi tunggulah sebentar lagi...”(Sena). Semuanya lalu tersenyum. “Baiklah, kalau itu keputusanmu, kami mengerti...Yang bisa kita lakukan sekarang ini, hanya percaya pada Sena dan juga Kak Kira. Benarkan teman-teman?”(Tora). “Yah...aku setuju dengan Tora...”(Uno). “Iya...”(Hana). “Oh ya, satu lagi, tolong kakak jangan diberitau dulu soal ini. Kalian tentu tau sikapnya kan? Aku hanya ingin mengatakannya sendiri jika saatnya tepat.”(Sena). “Tenang...Percayakan hal itu pada kami!”(Tora). “Haahh...Apa boleh buat, kalau begitu berlatihlah yang serius dan jadilah orang yang kuat, ya!”(Saki). “Terima kasih...teman-teman...”(Sena). Tora dan yang lainnya akhirnya pulang ke kota. Ikatan yang kuat itu, telah menuntun mereka pada kepercayaan satu sama lain.




To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks