Pages

Manga

Minggu, 06 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 24 )


Chapter 24

(Reinforcement)

Di tempat di mana sebelumnya Tora dan yang lainnya terjebak, pertarungan sengit antara Amai Kouta dengan orang misterius tersebut masih berlanjut. Senjata mereka saling beradu satu sama lain. “Kemampuanmu ternyata masih sama dengan yang dulu...”(Unknow). “Jujur, aku tersanjung kau masih mampu mengingat pejuang lama sepertiku.”(Kouta). “Kelompok kalian sudah menciptakan banyak masalah di pihak kami. Jadi mana mungkin kami bisa melupakan kejadian itu!”(Unknow). “Apa itu artinya, kau juga ikut terlibat dalam pertarungan waktu itu?”(Kouta). “Dasar pelupa! Coba saja kau ingat sendiri!”(Unknow). Mereka terus bertarung dengan sengit. Di tengah pertarungan itu, tiba-tiba Kouta teringat sesuatu. “Perasaan ini...Rasanya aku pernah merasakan ini sebelumnya, tapi di mana? Dan kapan?”(Kouta:Dalam Hati). Sekejap, Kouta ingat tentang pertempuran beberapa tahun lalu. “Apa mungkin, kau...?!”(Kouta). “Heh, baru ingat rupanya!”(Unknow). “Kau adalah...”(Kouta). “Ya, aku adalah salah seorang kaki tangannya waktu itu, yang juga bertarung hingga habis-habisan denganmu, Amai Kouta!”(Unknow). “Mustahil! Seharusnya, kau sudah tewas waktu itu! Bagaimana bisa...”(Kouta). “Kau sama sekali tak perlu tau soal itu! Yang perlu kau ketaui sekarang adalah kedatanganku ke sini, bukan sekedar untuk membalas dendam atas kejadian itu!”(Unknow). Orang misterius itu berhasil menekan Kouta. “Biar aku luruskan...Kalau prioritasmu bukan aku atau anak-anak itu, maka yang kau incar pasti...”(Kouta). “Benar...Sang pewaris jiwa legenda, keturunan dari sang dua pilar cahaya...”(Unknow). “Sial! Kau sudah merencanakan ini sebelumnya!”(Kouta).
Orang misterius itu tersenyum dan tiba-tiba berusaha menyerang Kouta dengan kecepatan tinggi, tapi mampu dihalangi oleh Tetsu yang datang tepat waktu. “Dasar ceroboh! Jangan lengah di saat seperti ini!”(Tetsu). “Tetsu...!”(Kouta). “Jadi kau juga masih hidup? Mengejutkan sekali.”(Unknow). “Heh...senang bisa melihatmu dalam keadaan sehat, Shigurashi Moku...”(Tetsu). “Senang juga bisa mengetaui bahwa kau masih mengingatku, Saguya Tetsu!”(Moku). “Bagaimana kau bisa di sini?!”(Kouta). “Itu bukan masalah penting! Yang jelas, urusan kita sekarang dengan orang ini! Aku tidak tau kenapa dia masih bisa hidup sampai sekarang, tapi dia akan jadi masalah serius jika berhasil lolos!”(Tetsu). “Kau benar, aku baru saja mengetaui rencananya. Dan dia sebenarnya...”(Kouta). “Aku tau! Karena itu aku tidak datang ke sini sendiri.”(Tetsu). “Maksudmu...”(Kouta). “Ya...Kita berkumpul lagi, seperti dulu...Dan saat ini Kira seharusnya sudah sampai.”(Tetsu). “Baguslah...Kalau begitu, ayo kita selesaikan ini, dan segera susul mereka!”(Kouta). “Jangan terlalu senang, ini hanya permulaan. Yang selanjutnya tidak akan seperti yang kalian prediksi sebelumnya...Ditambah lagi dengan kebangkitannya...Pertarungan besar tinggal menunggu waktu...”(Moku). “Jadi dia juga masih hidup, mengejutkan sekali...”(Tetsu). “Baik...mari kita selesaikan sekarang...”(Moku).
Sementara itu, di tempat Sena terdengar kegaduhan yang sampai mengganggu latihan Sena. “Suara apa itu?!”(Sena). Dari semak-semak, terlihat seseorang yang bertarung dengan Kira hingga sampai ke tempat Sena. “Hei! Apa-apaan ini?!”(Sena). “Sena, tolong aku!”(Kira). “Kira! Kenapa kalian...”(Sena). “Jangan ikut campur! Sebaiknya kau menjauh!”(Unknow). “Sial...!”(Sena). Sena lalu mengambil sebuah tongkat di dekatnya dan melindungi Kira. “Siapa kau sebenarnya?! Kenapa kau menyerang Kira?!”(Sena). “Sudah ku bilang, ini bukan urusanmu! Cepat minggir!”(Unknow). “Tidak! Aku tidak akan minggir, walau harus mati sekalipun!”(Sena). “Kau...”(Unknow). Tiba-tiba, Kira yang dilindungi Sena mengeluarkan sebuah senjata dan terlihat akan menyerang Sena. “Awas!”(Unknow). “Apa...?!”(Sena). Sena yang akan menoleh, tiba-tiba seperti didorong seseorang dari belakang. Ternyata orang tersebut adalah Kira. “Hampir saja...”(Kira). Sena terlihat bingung. “Ada apa sebenarnya? Kenapa Kira...”(Sena). “Tolong bawa dia ke tempat yang sudah ku tandai, mereka juga ada di sana...”(Kira). “Ya, aku tau...”(Unknow). “Kau ini sebenarnya siapa? Dan kenapa Kira bisa ada dua?”(Sena). “Ceritanya nanti saja, sekarang cepat ikut aku!”(Unknow). “Hei!”(Sena). Orang misterius itu membawa Sena ke sebuah tempat. Kira melawan Kira, siapa yang asli dan siapa yang palsu?




To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks