Chapter 22
(Friend Or Foe)
Cahaya terang yang disertai dengan suara ledakan yang keras. Tora dan yang lainnya sedang mengalami masalah serius. “Apa yang terjadi?”(Tora). “Sebenarnya cahaya apa tadi itu?”(Saki). Perlahan, terlihat seseorang dari arah datangnya cahaya tadi. “Sepertinya ada seseorang di sana.”(Mayumi). “Benar juga...”(Saki). “Apa dia yang melakukannya tadi?”(Hana). “Mungkin saja, tapi kita jangan terburu-buru bertindak. Kalau memang dia yang melakukannya, maka kita semua mungkin dalam bahaya.”(Uno). “Aku jadi takut...”(Mayumi). “Hei Tora, lakukan sesuatu...!”(Saki). “Hei! Siapa kau?! Apa kau yang melakukan itu tadi?!”(Tora). “Jangan gegabah! Sikapmu itu hanya akan membuat kita tambah dalam masalah!”(Uno). “Tapi, Saki tadi...”(Tora). Orang misterius itu pun terlihat berlari ke arah mereka dengan sangat cepat. “Gawat! Dia menuju kesini!”(Hana). “Jangan mendekat!”(Mayumi). “Sial...!!”(Uno). Tiba-tiba orang tersebut berteriak ke arah Mereka. “Menunduk...!”(Unknow 1). Ternyata, di belakang Tora dan yang lainnya, ada seseorang yang memegang dua buah sabit runcing di kedua tangannya dan mengarahkannya kepada mereka. “!!!”(Tora dan teman-teman).
Dengan sigap, orang misterius yang sebelumnya menghalangi serangan orang yang menyerang Tora dan teman-temannya. “Pergi dari sini!”(Unknow 1). “Kenapa kau?!”(Uno). “Cepat pergi ke arah ledakan tadi! Di sana sudah aku buatkan jalan keluar!”(Unknow 1). “Kurang ajar! Ternyata kau juga masih hidup!”(Unknow 2). “Sudah! Ayo cepat kita pergi!”(Saki). Tora dan yang lainnya berlari ke arah bekas ledakan tadi. “Sebenarnya siapa dia?”(Hana). “Entahlah! Tapi siapa pun dia, kita benar-benar behutang budi dengannya.”(Uno). Terjadi pertarungan sengit antara dua orang misterius itu. “Sudah sekitar lima tahun sejak pertarungan terakhir itu! Ku kira kalian sudah mati!”(Unknow 2). “Tidak selamanya orang yang bersembunyi itu mati. Pelajari itu!”(Unknow 1). Serangan demi serangan terus dikeluarkan masing-masing dari mereka. “Bersembunyi? Pintar juga. Kami sampai tidak tau keberadaan kalian.”(Unknow 2). “Itulah keunggulan kami. Ngomong-ngomong, kenapa kalian mengincar anak-anak itu?”(Unknow 1). “Itu sama sekali bukan urusanmu!”(Unknow 2). Di tempat lain, Sena yang sedang berlatih sendirian. Sedang di mata-mata ini sesuatu. Sena pun menoleh ke arah semak-semak di belakangnya. Ternyata yang terlihat di belakangnya adalah Kira. “Hah...Aku pikir siapa. Kau benar-benar membuatku terkejut.”(Sena). “Maaf...Aku cuma tidak mau mengganggu latihanmu.”(Kira). “Ya, tidak apa-apa, tapi sebenarnya apa yang terjadi? Kau tadi terlihat panik.”(Sena). “Itu, aku tadi sejenak merasakan ada hal yang mencurigakan, jadi aku segera memeriksanya, tapi ternyata tidak ada apa-apa.”(Kira). “begitu rupanya...”(Sena). “Kalau begitu, kau lanjutkan saja latihanmu, aku akan mencari air dulu.”(Kira). “Iya...”(Sena).
Kembali ke Tora dan yang lainnya. Mereka berhasil keluar dari tempat misterius itu. “Hah...hah...hah...untung saja...”(Saki). “Jujur, aku masih penasaran dengan orang tadi. Kenapa dia menyelamatkan kita?”(Hana). “Aku juga tidak tau. Tapi dia kelihatannya ada di pihak kita.”(Uno). “Ini semua salahmu! Kenapa kau mengajak kami ke tempat seperti ini!”(Saki). “Tapi aku kan sudah bilang, aku sama sekali tidak menduga kalau ini akan terjadi...”(Tora). “Yang penting sekarang, kita harus segera cari bantuan. Akan jadi gawat, kalau orang yang berusaha menyerang kita tadi ternyata memiliki rekan yang juga mengincar kita.”(Uno). Tiba-tiba, ada seseorang yang muncul dari balik pohon di dekat mereka. Tora dan yang lainnya terlihat panik. “Tidak perlu khawatir, biar kami yang mengatasinya...”(Unknow 3). “Siapa di situ?!”(Uno). Ternyata yang berada di balik pohon itu adalah Kira dan temannya yang bernama Saguya Tetsu. “Kau kan...”(Saki). “Kak Kira?!”(Hana). “Benar, ini aku...dan ini temanku, Saguya Tetsu. “(Kira). “Perkenalannya nanti saja. Kita harus membantu Kouta!”(Tetsu). “Kau benar!”(Kira). “Tunggu dulu, sebenarnya apa yang terjadi di sini?! Aku sama sekali tidak mengerti?!”(Tora). “Penjelasannya nanti saja. Cepat kalian ikuti Kira dan pergi dari sini!”(Tetsu). “Hei...!”(Kira). “Tenang saja, kalau hanya kelas teri. Biar aku dan Kouta yang urus! Kau masih punya urusan yang jauh lebih penting di tempatmu tadi!”(Tetsu). “...”(Kira). “Hei...tolong jawab pertanyaan kami!”(Uno). “Sudah cepat pergi! Aku sudah menyuruh satu lagi teman kita ke sana, jadi kau tak perlu cemas, tapi kau harus cepat!”(Tetsu). “Begitu ya...Terima kasih!”(Kira). “Ya...”(Tetsu). “Kalau begitu, ayo kita pergi!”(Kira). “Tu...tunggu dulu...!”(Saki). “Sebenarnya apa yang terjadi...”(Hana:Dalam Hati). Keadaan darurat. Kira berserta Tora dan yang lainnya bergegas pergi ke suatu tempat. Lalu, siapa orang yang sedang bersama Sena?
To Be Continue...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar