Pages

Manga

Minggu, 06 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 21 )


Chapter 21

(Invisible Assault)

Sekarang ini, Sena masih melanjutkan latihannya. Terlihat Sena sedang bermeditasi. “Kemampuan fokusnya sudah jauh meningkat. Aku rasa sudah waktunya aku melakukannya.”(Kira:Dalam Hati). Tiba-tiba, Kira merasakan sesuatu dari kejauhan. “...”(Kira). Sena pun membuka matanya. “Ada apa?”(Sena). “Tidak ada apa-apa. Kau lanjutkan saja meditasimu, aku akan pergi sebentar. Ingat, tetap tingkatkan fokus dan kontrol emosimu.”(Kira). “I...iya...”(Sena). Kira pun pergi entah ke suatu tempat, meninggalkan Sena yang bermeditasi sendirian. “Sebenarnya ada apa, ya? Tidak biasanya dia bersikap begitu. Dia tadi terlihat agak panik...”(Sena:Dalam Hati). Kira terlihat berlari dengan panik. “Pertanda apa tadi? Aku merasa ada yang tidak beres. Semoga firasatku ini salah.”(Kira:Dalam Hati).
Sementara itu, di suatu tempat entah di mana. Terlihat Tora dan teman-temannya sedang pingsan. Tak berselang lama, Hana pun terbangun. “Di mana ini...?”(Hana). Hana pun membangunkan yang lainnya. “Saki! Saki...! Bangun...!”(Hana). “Mmmm...sudah pagi, ya? Eh! Di mana kita?”(Saki). “Sebelum itu, tolong aku bangunkan yang lainnya dulu.”(Hana). Hana dan Saki pun membangunkan yang lainnya. “Hei...ayo bangun!”(Saki). “Tora! Bangun...! Mayumi...! Mayumi!”(Hana). “Umm...Kita di mana?”(Mayumi). “Aku juga tidak tau?”(Hana). “Ada apa sih! Berisik begini.”(Uno). “Kau itu! Kita ini sedang terjebak entah di mana, kau justru marah-marah!”(Saki). “Sudah jangan bertengkar! Tora, kita sekarang di mana?”(Hana). “Aku juga tidak tau. Lagipula tempat ini juga gelap, aku jadi sulit melihat seluruh tempat ini.”(Tora). “Kalau begitu, kita tersesat dong?”(Mayumi). “Ya, bisa dibilang begitu...”(Tora). “Kau ini! Bagaimana kau bisa tenang seperti itu! Kita ini sedang entah berada di mana! Setidaknya, cobalah berpikir untuk bisa kembali lagi, tau!”(Saki). “Sudah tenang! Kau yang bersikap begitu justru hanya akan memperburuk keadaan.”(Uno). “Kau juga! Bagaimana mungkin aku bisa tenang sekarang!”(Saki). “Daripada bertengkar, lebih baik kita berpencar untuk mencari jalan keluar.”(Hana). “Aku setuju dengan Hana. Aku, Hana dan juga Saki akan memeriksa sebelah sini, kalian berdua periksa sebelah sana.”(Mayumi). “Baiklah...Ayo, Uno!”(Tora). Mereka pun berpencar di tempat itu.
Sementara itu, Sena yang sedang bermeditasi mulai merasakan adanya keanehan. “Hmmm...gara-gara dia pergi, aku jadi tak bisa konsentrasi. Lagipula aku juga penasaran, kenapa dia bersikap begitu? Dan juga, aku seperti merasakan ada hal yang kurang baik. Bagaimana, ya?”(Sena:Dalam Hati). Dari balik semak-semak di belakang Sena. Terlihat ada sesuatu yang bergerak. Di tempat lain, Kira yang masih berlari, tiba-tiba melihat seseorang. Kira pun berhenti dan mendekati orang itu. “Kau kan...?”(Kira). Sementara itu, Tora dan teman-temannya yang sedang berada di suatu tempat, masih kebingungan mencari jalan keluar. “Bagaimana? Kau menemukan sesuatu?”(Hana). “Tidak, sama sekali kosong.”(Mayumi). “Di tempatku juga tidak ada. Bagaimana kalau kalian berdua?”(Saki). “Nihil...Tempat ini sepertinya sangat terisolasi. Kami juga tidak menemukan apapun.”(Uno). “Lalu bagaimana ini? Kita tidak akan bisa keluar dari sini.”(Mayumi). “Sebaiknya, kita berpencar sekali lagi, untuk memastikan kalau ada yang terlewat.”(Hana). “Percuma, tempat ini benar-benar kosong. Hanya ada kita berlima di sini.”(Uno). “Tuh kan, ini semua salahmu! Kenapa kau punya ide untuk datang ke sini!”(Saki). “Hei...hei jangan salahkan aku. Aku kan juga tidak tau kalau akan jadi begini.”(Tora). “Tapi kalau saja kau tidak punya ide konyol ini, kita tidak mungkin terjebak di sini!”(Saki). “Kalian berdua bisa diam tidak?!”(Uno). “Kau juga! Jangan se...”(Saki). “Apa kau tidak bisa diam. Coba dengarkan baik-baik...”(Uno). Terdengar suara gemerisik lirih dari kejauhan. “Ya, dia benar! Ada suara.”(Mayumi). “Kalau begitu, ayo kita coba periksa.”(Hana). Mereka pun pergi ke sumber suara itu. “Suaranya semakin jelas...”(Uno). Saat mereka hampir sampai, tiba-tiba terjadi ledakan keras dari arah asal suara. “Waahhh!!”(Uno). “Apa yang...!!”(Saki). Mereka pun tersapu kilatan cahaya ledakan yang amat terang. Sebenarnya apa yang terjadi? Siapakah yang di temui Kira? Dan bagaimana keadaan Sena? Misteri pegunungan ini menjadi semakin rumit.




To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks