Pages

Manga

Minggu, 06 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 20 )


Chapter 20

(Emotion Control)

Kali ini, Kira mulai mengajarkan materi latihan baru pada Sena. “Aku rasa kita sudah cukup istirahat. Bagaimana kalau kita mulai melangkah ke tahap yang lebih tinggi?”(Kira). “Baiklah...”(Sena). Kira mulai menjelaskan sesuatu pada Sena. “Setelah fisik, aspek yang harus kau kuasai adalah emosi, karena emosi sangat erat kaitannya dengan sikap kita saat bertarung. Saat kau tak bisa mengendalikan emosimu, maka sudah dapat dipastikan bahwa kau pasti kalah. Karenanya aku akan mengajarkanmu aspek itu.”(Kira). “Ya! Aku siap kapan saja! Ngomong-ngomong, pada tahap ini, kira-kira apa yang akan aku lakukan?”(Sena). “Kau akan mempelajari cara mengendalikan emosi dan cara memanfaatkannya untuk menambah kemampuanmu.”(Kira). “Begitu rupanya...”(Sena). “Sebenarnya, tahap ini yang cukup sulit. Bukan karena beratnya tantangan, tapi karena tekanannya pada mental yang secara langsung juga dapat berdampak pada perubahan drastis pada sikap dan perilaku kita, bukan hanya saat bertarung, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Jadi diperlukan tekad yang kuat untuk menjalaninya.”(Kira). “Aku mengerti. Aku sudah siap kapan saja!”(Sena). “Kalau begitu, cobalah bermeditasi seperti saat kau belajar merasakan energi alam waktu itu.”(Kira). “Baik!”(Sena).
Sementara itu, di tempat Tora dan teman-temannya. Mereka mulai melajutkan perjalanan. “Oke! Karena kita semua sudah tidak lelah lagi, ayo kita lanjutkan perjalanannya!”(Tora). “Hei...Tunggu dulu, aku masih lelah...”(Saki). “Cara bicaramu itu memang sama seperti nenek-nenek tua yang kelelahan.”(Uno). “E...enak saja! Kalau begitu ayo kita lanjutkan sekarang saja!”(Saki). “Aku rasa ada benarnya juga. Kalau terlalu lama di sini kita tidak akan sampai.”(Hana). “Nah, kalau begitu ayo! Tempat yang menarik di ujung sana sudah menunggu!”(Tora). “Ya!”(Saki, Mayumi, dan Uno). “Aku penasaran...Apa Sena ada di sekitar sini, ya?”(Hana:Dalam Hati). Kembali ke Sena. Terlihat Kira sedang mengawasi Sena yang sedang bermeditasi. “Pertama-tama, coba kau bayangkan, hal-hal apa yang membuatmu sedih. Coba bayangkan dengan fokus, sampai seolah-olah kau mampu merasakannya saat ini.”(Kira). Sena lalu terbayang dengan makam kedua orang tuanya. Dalam hatinya, sebenarnya Sena sangat rindu pada keduanya, walaupun dia sama sekali tidak bisa mengingat kasih sayang mereka sejak lama sekali.
Tanpa di sadari, Sena meneteskan air matanya. “Sekarang, bayangkanlah hal apa yang paling membuatmu bahagia. Bayangkan bahwa perasaan bahagia itu, dapat mengobati kesedihanmu tadi.”(Kira). Sena terbayang, saat dia tau dia punya teman-teman yang baik di sisinya dan juga kakaknya yang selama ini telah merawatnya. “Baiklah, sekarang coba buka matamu.”(Kira). Sena membuka kedua matanya. “Bagaimana rasanya?”(Kira). “Rasanya, tenang...Seperti beban yang selama ini menggangguku perlahan hilang.”(Sena). “Yah, memang seperti itu, menggunakan emosi yang berlawanan untuk menetralisir emosi yang berlebihan adalah cara jitu untuk menciptakan keselaran mental. Dengan mental yang seimbang, akan membuatmu bisa maju ke tahap selanjutnya. Tapi saat ini, kau harus fokus pada pengendalian emosi dulu.”(Kira). “Siap!”(Sena). Di tempat lain, ada seseorang yang mencurigakan sedang mengawasi Tora dan yang lainnya. “Kalau tidak bisa secara langsung, maka kita coba untuk menggunakan umpan agar dapat buruan yang dicari...”(Unknow 1). Tak lama kemudian, datang lagi seseorang yang menghampiri orang sebelumnya. “Umpan rupanya?”(Unknow 2). “Hanya ini cara tercepat untuk dapat buruan yang besar.”(Unknow 1). “Kalau begitu, biar aku juga ambil bagian. Tidak akan seru kalau cuma kau yang dapat buruannya.”(Unknow 2). “Huh...Memang itu yang aku pikirkan sejak tadi!”(Unknow 1). “Tapi aku rasa akan kita akan dapat masalah...”(Unknow 2). “Kenapa?”(Unknow 1). “Aku tadi memang sempat merasakan keberadaannya...”(Unknow  2). “Lalu?”(Unknow 1). “Dia ternyata tidak sendirian, ada orang itu bersamanya. Dan tempat mereka juga agak jauh dari sini.”(Unknow 2). “Tenang saja, biar itu aku yang urus. Kau siapkan saja umpannya, biar aku yang urus orang itu...”(Unknow 1). Dua bayangan yang mengincar nyawa Tora dan yang lainnya. Siapakah sebenarnya target utama mereka berdua?




To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks