Pages

Manga

Minggu, 06 Juli 2014

Wrong Life ( Arc 1 Chapter 12 )


Chapter 12

(Camouflage)

Di terminal bus, terlihat Kira sedang menunggu Sena dan teman-temannya. “Akhirnya kalian datang juga.”(Kira). Terlihat Sena dan yang lainnya baru saja sampai. “Iya.”(Sena). “Eh...Sena, siapa dia?”(Hana). “Oh iya. Kalian baru kali ini bertemu dengannya. Dia adalah seorang pengembara, namanya Kira. Kami tidak sengaja bertemu waktu memancing kemarin, iya kan, Tora?”(Sena). “Pengembara? Tapi, Sena jangan-jangan dia yang...”(Tora). Sena berbisik pada Tora. “Sttt...akan jadi masalah, jika mereka berdua tau siapa dia yang sebenarnya.”(Sena). “Jadi, dugaanmu waktu itu tentang orang yang menyelamatkanmu...”(Tora). “Iya...jadi tolong jangan berisik!”(Sena). “Ba...baiklah...”(Tora). “Senang berkenalan dengan kakak. Namaku Kawaima Hana, dan ini Katagi Sasaki.”(Hana). “Salam kenal...”(Saki). “Tapi ngomong-ngomong, kenapa kakak ada di sini? Apa kakak sengaja menunggu kami?”(Hana). “Iya begitulah. Aku dengar dari Sena dan Tora, ada tempat menarik di sisi kota, lalu aku berpikir untuk coba mengunjunginya. Jadi aku putuskan untuk ikut kalian ke kota.”(Kira). “Eh...memangnya kap...”(Tora). Sena menginjak kaki Tora. Tora terlihat kesakitan. “!!!”(Tora). “Baiklah kalau begitu, kenapa kita tidak naik satu bus yang sama saja? Mungkin kami bisa membantu kakak saat sampai di kota.”(Hana). “Yah...itu ide yang bagus.”(Kira). “Hei! Busnya sudah sampai!”(Saki).
Di dalam bus. Sena, Tora dan Kira duduk di kursi belakang, sedangkan Hana dan Saki duduk di kursi depan mereka. “Maaf, tapi boleh aku tanya sesuatu?”(Tora). “Kau mau tanya apa? Jangan-jangan soal yang aneh-aneh lagi?”(Sena). “Bukan itu, aku cuma mau tanya soal yang kau ceritakan semalam itu...”(Tora). “Jadi Sena sudah memberitaumu?”(Kira). “Ya, sedikit. Tapi dia bilang itu cuma kecurigaan. Kalau memang dia sudah tau, maka aku juga ingin tau.”(Tora). “Stt...Kau ini!”(Sena). “Tidak apa-apa. Semua tentang kecurigaan Sena itu memang benar.”(Kira). “Jadi, itu artinya kakak seorang...”(Tora). “Ya, itu benar.”(Kira). “Hebat sekali kau, Sena! Kau bisa berkenalan dengan orang sehebat dia, aku jadi makin iri denganmu.”(Tora). “Hei...hei...”(Sena). “Tapi, seperti yang Sena katakan padamu. Tolong jangan kau beritau ini dulu pada siapapun. Cukup kau dan Sena yang tau.”(Kira). “Baiklah! Kakak bisa percayakan semuanya padaku. Tapi, kalau memang begitu, tujuan kakak ke kota kami, untuk apa?”(Tora). “Ada hal penting yang harus aku cari tau di sana.”(Kira). “Begitu ya...”(Tora).
Setelah menempuh perjalanan jauh, mereka pun sampai di terminal bus kota. “Wah...Akhirnya sampai juga di rumah!”(Saki). “Oh iya...bagaimana kalau kau istirahat dulu di apartementku. Tempatnya tidak terlalu jauh dari sini.”(Sena). “Boleh juga, tapi masih ada hal yang harus aku kerjakan dulu.”(Kira). “Ummm....Ya tidak apa-apa kalau begitu.”(Sena). “Tapi sebelum itu, kenapa kita tidak cari makan dulu, aku sudah agak lapar karena perjalanan tadi.”(Saki). “Benar juga...bagaimana, Sena, Tora, Kak Kira?”(Hana). “Kedengarannya bagus! Ayo, Sena!”(Tora). “Iya...kalau kau bagaimana?”(Sena). “Terima kasih, tapi aku masih agak kenyang. Lagipula ini urusan yang agak penting, jadi mungkin lain kali.”(Kira). “Baiklah kalau begitu.”(Sena). Kira terlihat membisikkan sesuatu pada Sena. “Nanti malam, temui aku di taman kota.”(Kira). “I...iya”(Sena). “Baiklah kalau begitu...selamat bersenang-senang!”(Kira). Kira pun pergi ke suatu tempat. “Sena, apa yang dibisikkan dia tadi?”(Tora). “Tidak ada...”(Sena). “Kau serius?”(Tora). “Iya...”(Sena). “Sudahlah, ayo kita pergi! Aku sudah sangat lapar.”(Saki). Di sebuah bangunan tua di sudut kota, Kira terlihat sedang mengamati sesuatu sambil bersembunyi. “Apa ini tempatnya?”(Kira:Dalam Hati). Tanpa di sadari, ada seseorang yang mengetaui keberadaan Kira. “Kelihatannya asik sekali...”(Unknow 1). “!!!”(Kira). Kira pun menghindar dan berusaha untuk kabur, tapi orang itu berhasil mengejarnya. “Mau ke mana?”(Unknow 1). “Sial!”(Kira:Dalam Hati). Saat orang tersebut menyerang Kira dengan senjatanya, ternyata yang terkena cuma jubah milik Kira saja, sedangkan Kira berhasil melarikan diri. “Huh...Tidak kena, ya?(Unknow 1:Dalam Hati). Kira terlihat bersembunyi di salah satu sudut bangunan. “Hampir saja...jika aku kehilangan respon sedetik saja, tamatlah semuanya. Tapi, dugaanku selama ini memang benar. Jadi tempat itu memang tempat mereka...”(Kira:Dalam Hati). Kira terlihat pergi meningalkan tempat itu. “Mulai sekarang aku harus lebih hati-hati.”(Kira:Dalam Hati). Terlihat seseorang menghampiri orang yang menyerang Kira tadi. “Siapa?”(Unknow 2). “Aku rasa bukan tamu asing. Dia telah meninggalkan tiketnya.”(Unknow 1). Orang tersebut mengambil jubah milik Kira. “Begitu...Aku rasa ini akan jadi berita menyenangkan untuknya.”(Unknow 2). “Tentu saja...”(Unknow 1). Kota yang semula putih, mulai terselimuti kabut hitam dari balik layar.



To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog ini sengaja kami buat untuk mempermudah para pembaca untuk menikmati manga hasil karya dari saya,dan saya tekankan lagi semua yang ada dalam tulisan blog ini adalah murni kreatifitas saya. Thanks