Chapter 29
(Sudden Attack)
Permintaan Yuki benar-benar membingungkan Kira. “Kenapa kau bilang begitu?”(Kira). “Kau tentu belum lupa dengan apa yang telah terjadi beberapa tahun lalu. Jujur, aku masih belum bisa melupakan kejadian itu.”(Yuki). “Tapi apa hubungannya dengan semua ini?”(Kira). “Semuanya, Kira! Jadi tolong, aku ingin kau segera pergi secepatnya...tolong...”(Yuki). Kira langsung terlihat terpukul. “Aku benar-benar bingung, kenapa kau bisa berpikir hingga seperti itu. Tujuanku yang sekarang ini, sama sekali tidak ada kaitannya dengan apa yang telah terjadi di masa lalu.”(Kira). Yuki pun berdiri dan membuka pintu. “Aku mohon Kira, untuk yang terakhir ini saja, aku sama sekali tidak meminta lebih.”(Yuki). “Yuki...”(Kira:Dalam Hati). Yuki terlihat sangat sedih dan merenung. Dengan berat, Kira pun memutuskan untuk pergi. “Aku hanya ingin kau tau satu hal. Apapun yang kau lakukan, tidak akan mengubah apapun. Cepat atau lambat, Sena pasti akan tetap berhadapan dengan dia, aku yakin itu.”(Kira). Kira pun pergi meninggalkan Yuki yang akhirnya menangis dalam kesendiriannya.
Di tempat lain, Sena dan Hana yang masih berada di taman, tiba-tiba didatangi oleh seseorang. “Miyazaki Sena...lama tidak bertemu...”(Unknow). “Maaf, kau siapa?”(Sena). “Perkenalkan, namaku adalah Mitzuo Kuroda...senang bisa bertemu denganmu, Sena.”(Unknow). Sena mulai merasa aneh dengan Kuroda. “Apa kau mengenalnya, Sena?”(Hana). Sena terdiam sejenak. “Dari mana kau tau namaku?”(Sena). “Aku mengenalmu dari Kira. Kau pasti kenal dia, kan?”(Kuroda). “Jadi...kau juga salah satu teman Kira, ya?”(Sena). “Begitulah...”(Kuroda). Hana juga terlihat mulai curiga dengan Kuroda. “Apa kau tidak merasa ada yang aneh darinya, Sena?”(Hana). Kuroda pun mengulurkan tangannya. “Jadi...mohon bantuannya, Sena.”(Kuroda). “Iya...”(Sena). “Di saat Sena bersalaman dengan Kuroda, tiba-tiba sekujur tubuh Sena seperti mati rasa, dan akhirnya Sena pun pingsan. Hana yang melihat hal itu, menjadi panik dan ketakutan. “Sena! Bangun! Ayo bangun Sena! Apa yang kau lakukan padanya?!”(Hana). “Belum...aku sama sekali belum melakukan apapun. Jadi kau tidak perlu khawatir begitu, Hana.”(Kuroda). Tiba-tiba tubuh Hana serasa membatu, seakan tidak bisa bergerak. “Ap...apa yang...terjadi...??”(Hana:Dalam Hati). “Tolong sampaikan padanya. Kami telah menerima tantangannya, dan kami hanya akan memberikan waktu sampai matahari terbenam besok. Kalau mereka menerimanya, katakan padanya untuk menemui kami di kawasan proyek bangunan di selatan kota, kami tunggu.”(Kuroda). “Kau...apa...yang akan...kau lakukan...?”(Hana). “Kami hanya meminjamnya dulu, tapi jika mereka belum datang sampai batas waktu itu, kami tidak punya pilihan lain selain mengeksekusinya.”(Kuroda). Hana terkejut mendengar perkataan Kuroda. “Sampai jumpa, dan jangan lupa untuk menyampaikan pesanku tadi, Hana.”(Kuroda). “Tunggu!! Jangan pergi!!”(Hana). Kuroda pun menghilang membawa serta Sena, sedangkan Hana lalu pingsan tak berdaya.
Setelah sekian lama, Hana perlahan mulai siuman. “Aku...di mana?”(Hana:Dalam Hati). Terlihat di samping Hana ada Yuki, Saki, dan juga Mayumi yang menjaga Hana sedari tadi. “Kau sudah siuman ternyata...”(Mayumi). “Haaahhh...benar-benar membuat kami panik saja.”(Saki). “Ini...ini di mana?”(Hana). “Sekarang ini, kau sedang berada di rumahku.”(Saki). “Begitu ya...”(Hana). “Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa kau bisa pingsan begitu? Dan di mana Sena sekarang?”(Yuki). Hana sontak teringat dengan kata-kata Kuroda. “Kenapa Hana? Apa ada sesuatu?”(Mayumi). “Kakak! Ini gawat! Ini gawat!”(Hana). “Tenanglah Hana, kau masih perlu istirahat.”(Mayumi). “Tapi...tapi...Sena...”(Hana). “Memang apa yang terjadi padanya?”(Yuki). “Sena, tadi aku...dia...”(Hana). “Kenapa Hana? Ceritakan saja...”(Yuki). “Itu...Sena...”(Hana). “Iya, ada apa?!”(Saki). Tiba-tiba Ryuto muncul dan mengatakan semuanya secara terang-terangan pada mereka. “Sena telah diculik.”(Ryuto). “Di...diculik?”(Saki). “Ya. Dia sekarang sedang berada di suatu tempat, entah di mana.”(Ryuto). “Tidak mungkin!”(Mayumi). Yuki tiba-tiba berdiri dan mendekati Ryuto. “Katakan padaku! Di mana adikku sekarang?!”(Yuki). “Tenanglah kak, jangan terbawa emosi!”(Saki). “Saki benar...kita harus biarkan dia menjelaskan semuanya.”(Mayumi). “Tidak perlu repot-repot, lagipula Hana yang akan menjelaskan semuanya, benarkan?”(Ryuto). “Hana?”(Yuki). Hana terlihat kebingungan dan panik. “Tolong katakan semuanya Hana. Sebenarnya apa yang terjadi?”(Yuki). “Orang yang menculik Sena, dia hanya memberi waktu pada kita sampai matahari terbenam besok, dan jika kita sama sekali tidak merespon hal ini sampai batas waktu itu, dia bilang akan mengeksekusi Sena.”(Hana). “!!!”(Yuki, Saki, dan Mayumi). “Lalu di mana Sena? Di mana dia?!”(Yuki). “Temui saja dia di kawasan pembangunan di selatan kota. Mereka pasti ada di sana.”(Ryuto). Sena telah diculik, lalu apa sebenarnya rencana Ryuto memberitaukan semua ini pada Yuki dan yang lainnya? Waktu pun terus berjalan.
To Be Continue...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar